Yang dibutuhkan:
- 200 ml air
- 50 gram gula merah
- 1 gram ragi (beli di toko makanan kesehatan, warung, atau
pasar)
- botol plastik 1,5 liter
Langkah-langkah pembuatan:
1. Potong botol plastik di tengah.
Simpan bagian atas / mulut botol.
2. Campur gula merah dengan air panas.
Biarkan
hingga dingin dan kemudian tuangkan di separuh bagian potongan bawah botol.
3. Tambahkan ragi.
Tidak perlu diaduk. Ini akan
menghasilkan karbon-dioksida.
4. Pasang / masukkan potongan botol bagian atas dengan posisi
terbalik seperti corong.
5. Bungkus botol dengan sesuatu yang hitam, kecuali bagian
atas, dan diletakkan di beberapa sudut rumah anda.
Dalam dua minggu, anda akan melihat jumlah nyamuk yang mati
di dalam botol.
Selain membersihkan habitat mereka, tempat berkembang biak
nyamuk, kita dapat menggunakan metode ini sangat berguna di sekolah-sekolah, TK,
rumah sakit dan rumah.
(Sebarkan kepada anak, teman, dan kerabat anda agar nyamuk bisa
diberantas)
Tanpa cinta Nya Aku tidak dapat berbuat apa-apa Dengan cinta Nya Tidak ada yang tidak dapat aku lakukan.... Without His love I can do nothing With His love there is nothing I cannot do.
Jumat, 06 Mei 2011
CARA MUDAH DAN MURAH BERANTAS NYAMUK
Label:
Lain Lain
Senin, 02 Mei 2011
Lowongan Guru
1. SMK Ma'arif Kota Mungkid
SMK Ma'arif Kota Mungkid Kelompok Teknologi dan Industri membutuhkan Tenaga Pengajar / guru :
- Guru Teknik Permesinan : 1 Orang
- Guru Teknik Informatika (TKJ) : 1 Orang
Persyaratan :
1. Diutamakan Alumni UNY
2. Laki-laki
3. Berdedikasi Tinggi
4. Lulus Sesuai Pendidikan yang Dibutuhkan
5. Agama Islam
Bagi yang berminat segera mengirimkan Lamaran ke :
SMK MA'ARIF KOTA MUNGKID
Jl. Mayor Unus Kota Mungkid 56511 (0293) 788802
2. SMK Plus Melati Samarinda
Membutuhkan beberapa guru dari alumni UNY untuk lulusan S1 dibidang :
- Boga
- Perhotelan
Syarat :
- bersedia dan mendapat ijin dari orang tua untuk bekerja di Samarinda.
- Pengalaman berorganisasi menjadi nilai plus
Bagi yang berminat dapat menghubungi
Ibu Indah Susi CP : 08179410065
SMK Ma'arif Kota Mungkid Kelompok Teknologi dan Industri membutuhkan Tenaga Pengajar / guru :
- Guru Teknik Permesinan : 1 Orang
- Guru Teknik Informatika (TKJ) : 1 Orang
Persyaratan :
1. Diutamakan Alumni UNY
2. Laki-laki
3. Berdedikasi Tinggi
4. Lulus Sesuai Pendidikan yang Dibutuhkan
5. Agama Islam
Bagi yang berminat segera mengirimkan Lamaran ke :
SMK MA'ARIF KOTA MUNGKID
Jl. Mayor Unus Kota Mungkid 56511 (0293) 788802
2. SMK Plus Melati Samarinda
Membutuhkan beberapa guru dari alumni UNY untuk lulusan S1 dibidang :
- Boga
- Perhotelan
Syarat :
- bersedia dan mendapat ijin dari orang tua untuk bekerja di Samarinda.
- Pengalaman berorganisasi menjadi nilai plus
Bagi yang berminat dapat menghubungi
Ibu Indah Susi CP : 08179410065
Label:
Lowongan Kerja
Saat cobaan datang
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ada kalanya hidup tidak berjalan sebagaimana kita harapkan. Gelombang ujian dan cobaan seakan tak henti menerpa. Dari yang hanya membuat kita tertegun sejenak hingga yang menjadikan kita terkapar tak berdaya karenanya. Pedih dan getir pun menjadi rasa yang tertuai.
Saudaraku, yang perlu terus kita yakini bahwa getirnya hidup tidaklah menandakan rahmat Allah telah sirna. Perihnya cobaan, bukanlah isyarat bahwa kemurkaan Allah sedang menggelayuti kehidupan ini.
Sebaliknya, getir dan perihnya rasa yang kita alami itu, dapat menjadi tanda bahwa Allah sedang menghapus dosa-dosa yang pernah kita perbuat. Karena ada dosa yang tidak bisa dihapuskan kecuali oleh rasa getir dan perih. Ada dosa yang tak terhapus hanya oleh air mata penyesalan. Ketika pedihnya terasa, disanalah dosa akan terampuni. Saat getirnya membuncah, disitulah kesucian akan tertuai.
Hasilnya, hati pun menjadi tenang dan keberkahan hidup menjadi jaminan.
Atau bisa jadi, itu semua menjadi tanda bahwa kita sedang dipersiapkan untuk menerima nikmat yang lebih besar, yaitu menjadi kekasih Allah atau para pencinta-Nya. Dan untuk menjadi para pencinta-Nya, haruslah siap diuji. Itu adalah harga yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Sebuah keniscayaan yang telah menjadi sunatulllah-Nya.
Kita harus siap-siap digerinda, yang merupakan syarat untuk bisa dekat pada Allah. Gerindaan yang berbentuk ujian dan cobaan, akan terus-menerus menghampiri. Ia tidak akan hilang hingga segala karat-karat dosa kita, terkikis olehnya.
Seperti buah kelapa, untuk dapat diambil santannya, ia harus dijatuhkan terlebih dahulu dari pohonnya yang tinggi. Kemudian, kulitnya harus dikelupas dengan paksa hingga tak tersisa lagi. Setelah bersih, ia lalu dibelah menjadi beberapa bagian.
Setelah itu, potongan-potongan kelapa tersebut lalu diparut hingga hancur dan hanya menyisakan ampasnya. Apakah telah selesai? Tentu saja belum, karena ampas kelapa itu akan diperas hingga keluarlah santan, yang disana manfaatnya baru terasa.
Begitu juga sifat dari cobaan dan ujian. Ia akan terus melumat dan menghancurkan segalanya, hingga yang tersisa adalah bagian-bagian dari diri kita yang secara kualitas, telah siap menjadi para pencinta-Nya.
Karena itu, saat gerinda telah datang, segeralah bertobat agar tak hanya pintu tobat yang terbuka, namun status menjadi pencinta-Nya pun akan menjadi milik kita. Tetapi bila gerinda itu belum tiba, jangan terlena olehnya.
Tetaplah mendekatkan diri pada-Nya dengan selalu menempatkan Allah sebagai satu-satunya tujuan dalam hidup kita.
Ada kalanya hidup tidak berjalan sebagaimana kita harapkan. Gelombang ujian dan cobaan seakan tak henti menerpa. Dari yang hanya membuat kita tertegun sejenak hingga yang menjadikan kita terkapar tak berdaya karenanya. Pedih dan getir pun menjadi rasa yang tertuai.
Saudaraku, yang perlu terus kita yakini bahwa getirnya hidup tidaklah menandakan rahmat Allah telah sirna. Perihnya cobaan, bukanlah isyarat bahwa kemurkaan Allah sedang menggelayuti kehidupan ini.
Sebaliknya, getir dan perihnya rasa yang kita alami itu, dapat menjadi tanda bahwa Allah sedang menghapus dosa-dosa yang pernah kita perbuat. Karena ada dosa yang tidak bisa dihapuskan kecuali oleh rasa getir dan perih. Ada dosa yang tak terhapus hanya oleh air mata penyesalan. Ketika pedihnya terasa, disanalah dosa akan terampuni. Saat getirnya membuncah, disitulah kesucian akan tertuai.
Hasilnya, hati pun menjadi tenang dan keberkahan hidup menjadi jaminan.
Atau bisa jadi, itu semua menjadi tanda bahwa kita sedang dipersiapkan untuk menerima nikmat yang lebih besar, yaitu menjadi kekasih Allah atau para pencinta-Nya. Dan untuk menjadi para pencinta-Nya, haruslah siap diuji. Itu adalah harga yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Sebuah keniscayaan yang telah menjadi sunatulllah-Nya.
Kita harus siap-siap digerinda, yang merupakan syarat untuk bisa dekat pada Allah. Gerindaan yang berbentuk ujian dan cobaan, akan terus-menerus menghampiri. Ia tidak akan hilang hingga segala karat-karat dosa kita, terkikis olehnya.
Seperti buah kelapa, untuk dapat diambil santannya, ia harus dijatuhkan terlebih dahulu dari pohonnya yang tinggi. Kemudian, kulitnya harus dikelupas dengan paksa hingga tak tersisa lagi. Setelah bersih, ia lalu dibelah menjadi beberapa bagian.
Setelah itu, potongan-potongan kelapa tersebut lalu diparut hingga hancur dan hanya menyisakan ampasnya. Apakah telah selesai? Tentu saja belum, karena ampas kelapa itu akan diperas hingga keluarlah santan, yang disana manfaatnya baru terasa.
Begitu juga sifat dari cobaan dan ujian. Ia akan terus melumat dan menghancurkan segalanya, hingga yang tersisa adalah bagian-bagian dari diri kita yang secara kualitas, telah siap menjadi para pencinta-Nya.
Karena itu, saat gerinda telah datang, segeralah bertobat agar tak hanya pintu tobat yang terbuka, namun status menjadi pencinta-Nya pun akan menjadi milik kita. Tetapi bila gerinda itu belum tiba, jangan terlena olehnya.
Tetaplah mendekatkan diri pada-Nya dengan selalu menempatkan Allah sebagai satu-satunya tujuan dalam hidup kita.
Langganan:
Postingan (Atom)