Tanpa cinta Nya Aku tidak dapat berbuat apa-apa Dengan cinta Nya Tidak ada yang tidak dapat aku lakukan.... Without His love I can do nothing With His love there is nothing I cannot do.
Rabu, 14 Maret 2012
Kehancuran Yahudi
Oleh: Fauzan Al-Anshari
(Pimpinan Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Anshorulloh Ciamis)
Kejahatan Yahudi
Tragedi Flotilla pekan lalu benar-benar menggetarkan hati manusia di seluruh dunia yang masih memiliki nurani kemanusiaan. Sehingga kutukan terhadap kebiadaban Israel terus mengalir dari berbagai belahan
dunia. Tragedi itu menunjukkan dengan kasat mata, betapa kejahatan Israel tidak memandang agama, ras, dan nilai-nilai kemanusiaan. Pokoknya siapa saja yang menentang kebijakan Israel memblokade Gaza akan
mereka serang dengan cara apa pun. Kejahatan semacam ini belum seberapa dibandingkan dengan kejahatan nenek moyang mereka terhadap para Nabi. Berikut ini sejumlah kejahatan Yahudi yang direkam oleh Al-Qur’an dan Hadits.
Allah Ta'ala berfirman:
وَقَضَيْنَا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ فِي الْكِتَابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الْأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا
"Dan telah Kami tetapkan bagi Israil dalam al-Kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”. (QS. Al-Isra: 4)
Kejahatan Yahudi disebabkan sifat dengki mereka:
وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ
“Sebagian besar Ahli Kitab (Yahudi) menginginkan sekali agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena kedengkian yang timbul dari diri mereka sendiri setelah nyata bagi mereka kebenaran......". (QS. Al-Baqarah: 109)
Makar jahat mereka yang pertama terjadi pada zaman Nabi Ya’qub, moyang mereka. Mereka berkeinginan menyingkirkan saudaranya sendiri, Yusuf yang berakhlaq mulia sehingga mereka lebih dicintai bapaknya. (QS.Yusuf: 7-18).
Kegemaran mereka membunuh para Nabi dan Rasul seperti membunuh Nabi Yahya secara kejam yaitu memenggal lehernya dan kepalanya diletakkan di nampan emas. Nabi Zakaria juga dibunuh secara keji, yaitu dengan digergaji tubuhnya. Kedua pembunuhan ini terjadi pada masa pemerintahan raja Herodes. Mereka juga gemar membunuh orang-orang sholeh lainnya.
إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِآَيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَيَقْتُلُونَ الَّذِينَ يَأْمُرُونَ بِالْقِسْطِ مِنَ النَّاسِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ
"Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi tanpa alasan yang benar, dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka gembirakanlah mereka dengan siksa yang pedih". (QS. Ali Imran: 21)
Yahudi telah membunuh para Nabi dan Rasul seperti membunuh Nabi Yahya secara kejam dengan memenggal lehernya dan kepalanya diletakkan di nampan emas. Nabi Zakaria juga dibunuh secara keji dengan digergaji tubuhnya.
Nabi Isa pun tidak luput dari rencana busuk mereka, akan tetapi Allah Subhanahu wa Ta'ala menyelamatkannya. “Dan karena ucapan mereka: Sesungguhnya kami telah membunuh al-Masih Isa ibnu Maryam Rasul Allah”. Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi yang mereka bunuh dan salib itu ialah orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka (Yudas Iskaryot). Sesungguhnya orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan Isa) benar-benar dalam keraguan tentang (yang dibunuh) itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak yakin bahwa yang mereka bunuh itu Isa”. (QS. An-Nisa’: 157).
Zu Nuwas adalah seorang raja Yahudi Najran di Yaman yang sangat fanatik, tidak ingin ada agama lain di daerah kekuasaannya. Alkisah ada sekelompok pengikut Nabi Isa yang setia (Nasrani), ketahuan oleh mata-mata kerajaan. Lalu mereka dipaksa murtad dan masuk Yahudi, siapa tidak mau akan dibakar hidup-hidup. Raja Zu Nuwas memerintahkan pasukannya untuk menggali parit dan menyiapkan kayu bakar, yang akan digunakan untuk membakar umat Nasrani yang tidak mau murtad. Kejadian ini dikisahkan di dalam Al-Qur’an: "Binasalah orang-orang yang membuat parit, yang berapi dinyalakan dengan kayu bakar, ketika mereka duduk di sekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang beriman. Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu, melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". (QS. al-Buruj: 4-8)
Singkat cerita, kejahatan Yahudi pada masa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam-pun tak kurang kejinya. Yahudi Bani Qainuqa' adalah Yahudi pertama yang mengingkari janjinya dengan Rasulullah, pemicunya adalah diganggunya seorang muslimah yang datang ke pasar mereka. Ia duduk di depan salah seorang pengrajin perhiasaan, mereka merayunya agar membuka cadar yang dipakainya namun ia menolak. Lalu si pengrajin menarik ujung baju si wanita dan mengikatkannya ke punggung wanita tadi, ketika berdiri terbukalah auratnya, lalu mereka menertawakannya. Sang wanita pun berteriak minta tolong. Seorang lelaki muslim mendengar lalu menerjang si pengrajin dan membunuhnya. Melihat kejadian itu orang-orang Yahudi mengerumuninya, dan beramai-ramai membunuh lelaki muslim tersebut. Mendengar berita kematian lelaki itu, maka keluarganya menuntut pertanggungjawaban orang-orang Yahudi. Maka Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam datang bersama para sahabat mengepung mereka selama 15 malam. Atas perintah beliau mereka diberi hukuman untuk meninggalkan Madinah.
Yahudi Bani Nadhir melakukan pengkhianatan yang kedua. Suatu saat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pergi ke perkampungan Yahudi bani Nadhir untuk meminta diyat (denda) dua orang muslim yang terbunuh dari Bani Amir, yang melakukan pembunuhan adalah Amr bin Umayyah Ad-Dhimari, seorang Yahudi. Permintaan itu diajukan karena sudah adanya ikatan perjanjian persahabatan antara Rasulullah dengan mereka. Ketika beliau datang mengutarakan maksud kedatangannya, mereka berkata: “Baik wahai Abu Qasim! kami akan membantumu dengan apa yang engkau inginkan.”
Pada saat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam duduk bersandar di dinding rumah mereka, kemudian mereka saling berbisik, kata mereka: “Kalian tidak pernah mendapati lelaki itu dalam keadaan seperti sekarang ini, ini kesempatan buat kita. Karena itu hendaklah salah seorang dari kita naik ke atas rumah dan menjatuhkan batu karang ke arahnya”, dan untuk tugas ini diserahkan kepada Amr bin Jahsy bin Ka’ab. Lantas ia naik ke atas rumah guna melaksanakan rencana pembunuhan ini, tetapi Allah melindungi Rasul-Nya dari makar orang-orang Yahudi tersebut dengan mengirimkan berita lewat Malaikat Jibril tentang rencana jahat itu.
Kemudian Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bergegas pulang ke Madinah, dan memberitahukan kepada para sahabatnya tentang usaha makar tersebut. Beliau memerintahkan para sahabatnya untuk bersiap-siap pergi memerangi mereka. Ketika orang Yahudi Bani Nadhir mengetahui kedatangan pasukan Rasulullah, mereka cepat pergi berlindung di balik benteng. Pasukan Islam mengepung perkampungan mereka selama 6 malam, beliau memerintahkan untuk menebang pohon kurma mereka dan membakarnya. Kemudian Allah memasukkan rasa gentar dan takut di hati mereka, sehingga mereka memohon izin kepada Rasulullah untuk keluar dari Madinah dan mengampuni nyawa mereka. Mereka juga meminta izin untuk membawa harta seberat yang mampu dipikul unta-unta mereka kecuali persenjataan, dan Rasulullah pun mengizinkannya.
Peristiwa ini direkam oleh Al-Qur’an:
هُوَ الَّذِي أَخْرَجَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مِنْ دِيَارِهِمْ لِأَوَّلِ الْحَشْرِ مَا ظَنَنْتُمْ أَنْ يَخْرُجُوا وَظَنُّوا أَنَّهُمْ مَانِعَتُهُمْ حُصُونُهُمْ مِنَ اللَّهِ فَأَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ حَيْثُ لَمْ يَحْتَسِبُوا وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ يُخْرِبُونَ بُيُوتَهُمْ بِأَيْدِيهِمْ وَأَيْدِي الْمُؤْمِنِينَ فَاعْتَبِرُوا يَا أُولِي الْأَبْصَارِ
"Dialah yag mengeluarkan orang-orang kafir di antara Ahli Kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran kali yang pertama. Kamu tiada menyangka bahwa mereka akan keluar dan mereka pun yakin bahwa benteng-benteng mereka akan dapat mempertahankan mereka dari siksaan Allah, maka Allah mendatangkan kepada mereka hukuman dari arah yang mereka tidak sangka. Dan Allah menancapkan ketakutan di dalam hati mereka, dan memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang beriman. Maka ambillah kejadian itu untuk menjadi pelajaran wahai orang yang mempunyai pandangan". (QS. al-Hasyr: 2)
Yahudi Bani Quraizhah melakukan pengkhianatan yang ketiga. Mereka membentuk pasukan Koalisi (al-Ahzab), antara pasukan musyrik dan pasukan Yahudi. Suku Quraisy dipimpin Abu Sufyan ibnu Harb, suku Gathafan di bawah pimpinan Uyainah ibnu Hushn, suku bani Murrah di bawah pimpinan Harits ibnu Auf dan suku-suku yang lain, sementara pasukan Yahudi bani Quraizhah akan menusuk dari belakang. Peperangan Al-Ahzab itu betul-betul menyesakkan dada kaum muslimin yang terkepung, apalagi tingkah golongan munafik yang membuat goyah pasukan Islam. Berkat kesabaran kaum muslimin, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala mengirim pasukan Malaikat dengan mendatangkan serangan berupa angin topan dan guntur yang memporak-porandakan pasukan koalisi. Mereka kocar-kacir, dan pulang ke tempat masing-masing dengan membawa kekalahan. Tinggallah Yahudi Bani Quraizhah, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengumumkan kepada pasukan Islam: “Bagi mereka yang mau mendengar dan taat agar jangan shalat ashar kecuali di perkampungan Bani Quraizhah.”
Kaum muslimin langsung bergerak menuju perkampungan Yahudi Bani Quraizah, dan mengepung mereka selama 25 malam. Orang-orang Yahudi tersebut benar-benar dicekam rasa ketakutan, lalu memohon kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam agar memberikan izin kepada mereka untuk keluar, sebagaimana yang beliau lakukan kepada Yahudi Bani Nadhir. Beliau menolak permohonan mereka, kecuali mereka keluar dan taat pada keputusan beliau. Kemudian Rasululah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menyerahkan keputusan atas mereka kepada Sa’ad ibnu Mu’adz pemimpin suku Aus. Keputusan telah ditetapkan yaitu: laki-laki dewasa dieksekusi, harta dirampas, anak-anak dan wanita menjadi tawanan. Hukuman terhadap pengkhianatan Bani Quraizhah lebih berat dari pada Bani Qainuqa' dan Bani Nadzir, karena dampak dari pengkhianatan mereka hampir saja merontokkan moral kaum muslimin dan membahayakan nyawa mereka semua.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَاءَتْكُمْ جُنُودٌ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا وَجُنُودًا لَمْ تَرَوْهَا وَكَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا إِذْ جَاءُوكُمْ مِنْ فَوْقِكُمْ وَمِنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَإِذْ زَاغَتِ الْأَبْصَارُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوبُ الْحَنَاجِرَ وَتَظُنُّونَ بِاللَّهِ الظُّنُونَا هُنَالِكَ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُونَ وَزُلْزِلُوا زِلْزَالًا شَدِيدًا
"Hai orang-orang yang beriman ingatlah akan nikmat Allah kepadamu, ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan. Yaitu ketika datang (musuh) dari atas dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatanmu dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan, dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka disitulah diuji orang-orang mukmin, dan digoncangkan hatinya dengan goncangan yang sangat". (QS. al-Ahzab: 9-11)
Kehancuran Yahudi
Secara global Al-Qur’an mengabarkan kehancuran Yahudi, seperti firman-Nya:
فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآَخِرَةِ لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا
"Dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan Israel) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang Islam di bawah pimpinan Imam Mahdi) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam Masjid (Al-Aqsha), sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama, dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa yang mereka kuasai”. (QS. Al-Isra’: 7)
Sejak 1948 Yahudi merampas tanah Palestina. Dan sejak 2006 sampai sekarang mereka memblokade Gaza. Sehingga sekitar 1,5 juta jiwa muslim terkurung rapat dari dunia luar. Berbagai upaya kemanusiaan untuk membantu mereka selalu digagalkan oleh Israel, termasuk misi kemanusiaan yang baru saja diserang pasukan komando Israel di perairan Gaza (Laut Mediterania). Tidak ada kekuatan di dunia ini yang mampu menghentikan kebiadaban Israel. Pengepungan dan pemenjaraan massal oleh penjajah Israel dengan pembangunan tembok pemisah dimulai 16 Juni 2002 di Tepi Barat dengan dalih pengamanan. Panjang tembok tersebut mencapai 721 km sepanjang Tepi Barat, tinggi 8 meter sehingga mengisolasi lahan pertanian milik penduduk Palestina yang ditanami berbagai buah, seperti anggur dan zaitun. Hal ini berakibat perekonomian Palestina terpuruk. Pengepungan ini sudah dinubuwatkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:
"Hampir tiba masanya tidak dibolehkan masuk (embargo) kepada penduduk Iraq meski hanya satu qafiz makanan dan satu dirham," Kami bertanya dari mana larangan itu? Beliau menjawab: "Dari orang-orang asing yang melarangnya." Kemudian berkata lagi: "Hampir tiba masanya tidak diperbolehkan masuk (blokade) kepada penduduk Syam (Palestina) meski hanya satu dinar dan satu mud makanan." Kami bertanya: "Dari mana larangan itu? Beliau menjawab: Dari orang-orang Romawi." (HR. Muslim)
Siapa kekuatan yang mampu menghancurkan Israel? Pasukan Islam dari Khurasan (Afghanistan) dengan bendera-bendera hitam, . . (al-Hadits)
Siapa kekuatan yang mampu menghancurkan Israel? Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan: “Akan muncul dari Khurasan (Afghanistan) bendera-bendera hitam, maka tidak ada seorang pun yang mampu mencegahnya, sehingga bendera-bendera itu ditancapkan di Eliya (al-Quds)“. (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Nu’aim bin Hammad). Kehancuran Israel berarti kiamat telah dekat, sehingga banyak orang mempertahankan eksistensi Negara Israel tersebut, namun janji Allah dan Rasul-Nya pasti akan terlaksana:
“Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin memerangi bangsa Yahudi, sampai-sampai orang Yahudi berlindung di balik batu dan pohon, lalu batu dan pohon tadi akan berbicara; Wahai orang Islam, hai hamba Allah! di belakangku ada orang-orang Yahudi, kemarilah, bunuhlah dia, kecuali pohon Ghorqod, sebab ia itu sungguh pohonnya Yahudi”. (HR. Ahmad)
“Kalian akan memerangi orang-orang Yahudi sehingga seorang diantara mereka bersembunyi di balik batu. Maka batu itu berkata, “Wahai hamba Allah, inilah si Yahudi di belakangku, maka bunuhlah ia”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (2767), dan Muslim dalam Shahih-nya (2922)].
Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, “Dalam hadits ini terdapat tanda-tanda dekatnya hari kiamat, berupa berbicaranya benda-benda mati, pohon, dan batu. Lahiriahnya hadits ini (menunjukkan) bahwa benda-benda itu berbicara secara hakikat”.[Fathul Bari (6/610)]. Wallahu a’lam.
Label:
yahudi
MENGHANCURKAN EKONOMI DUNIA DENGAN RIBA
Sebenarnya upaya-upaya Amerika, negara-negara Uni Eropa serta para elit industrialis lainnya untuk menguasai sumber daya dan hajat hidup orang banyak di muka bumi sama sekali bukan tema yang baru. Sejak New World Order dicanangkan sebagai agenda penguasaan dunia oleh kaum elit ini, berbagai macam invasi militer, tekanan dan intimidasi dilakukan terhadap pemerintah negara-negara kelas dua yang memiliki sumber daya ekonomi khususnya minyak dan gas alam. Abad 21 adalah abad energi di mana kebutuhan terhadap sumber-sumber energi sangat besar dan perang
kepentingan thd hasil bumi ini sudah dimulai bahkan sejak Jepang menghancurkan Pearl Harbour pada PD2.
Bila menarik garis lurus sejarah, kita bisa menemukan benang merah bahwa energi khususnya minyak yg dianggap sebagai komoditas paling menguntungkan di dunia, sekaligus paling mematikan karena mengorbankan banyak nyawa. Ketika minyak masih mengikuti standar emas setelah PD2 hingga sekitar awal tahun 1970-an, Amerika adalah negara pertama yang turun ke medan negosiasi untuk menekan Dinasti Saud agar bersedia menerima dollar sebagai standar harga minyak menggantikan emas serta melakukan westernisasi pada perusahaan-perusahaan Arab Saudi. Berikutnya, keputusan Anwar Sadat yang geram terhadap agresi Israel mencaplok wilayah Arab membuatnya melobi Raja Faisal (Arab Saudi) untuk menggunakan minyak sebagai "senjata" yaitu melakukan embargo minyak pada Amerika Serikat karena mendukung agresi Israel tersebut pada Perang Yom-Kippur. Orang-orang Arab tidak menyadari bahwa embargo akan membuat harga minyak melambung dan tentu saja berimplikasi pada penguatan nilai dollar.
Ketika dollar mulai jumawa pada dekade 70-80 dan 90an, di sinilah para elit industrialis mulai bermain api. Mereka tahu sebagian besar negara dunia bersandar pada dollar dalam perdagangan internasional. Bila pondasi ekonomi Amerika hancur maka setidaknya negara-negara yang bergantung pada dollar juga akan memasuki krisis yang sama meskipun pada fase yang berbeda-beda. Para elit yang juga bankers zionis ini memilih cara yang paling tepat sekaligus paling mematikan yaitu membunuh sektor riil dengan transaksi derivatif yang muncul karena ditemukannya teknologi bernama internet.
Pada akhirnya ketika kekuatan dollar memacu ekonomi Amerika di sektor perumahan dan otomotif, bank2 investasi berebut lahan basah untuk menyalurkan berbagai macam kredit kepada masyarakat. Masalahnya, selama empat atau lima dekade sebelumnya sistem kredit yang digunakan untuk menjual rumah kepada nasabah sangat sederhana. Pembeli mengajukan kredit kepada bank, kemudian melalui evaluasi kemampuan nasabah, bank memberikan kredit, dan nasabah
membayar kepada bank setiap bulannya.
Ketika Bush junior mengambil alih pemerintahan tahun 2001, ekonomi Amerika tumbuh begitu cepat dan didominasi oleh industri keuangan dan perbankan. Munculnya industrialis di bidang teknologi yang menguasai sektor ekonomi membuat usaha-usaha derivatif semakin menggila. Di bidang perbankan Amerika dikuasai 5 bank, Goldman Sachs, Morgan Stanley, Lehman Brothers, Merril Lynch, Bear Stearns, Sebagian besar bank ini sahamnya dimilki oleh keluarga-keluarga Yahudi spt Marcus Goldman, Henry & Emanuel Lehman, dinasti JP Morgan dll. Bank2 ini bersama industrialis lain dari perusahaan asuransi seperti AIG dan MBIA, serta agensi rating keuangan (semacam perusahaan survey yg mengukur kapasitas sebuah perusahaan) spt Fitch & Standard & Poor bekerja sama dalam memanipulasi sistem keuangan dan kredit perumahan. Ini terjadi bukan hanya di Amerika namun juga di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Mereka membangun sistem yang disebut CDO, Collateral Debt Obligation
Sistem inilah yang kemudian menggantikan cara-cara konvensional yang digunakan dalam kredit perumahan serta kredit lain termasuk kredit otomotif dan kartu kredit. Dulu nasabah membayar kredit langsung kepada pihak bank, sekarang dng CDO bank lokal dikontrol oleh bank investasi spt bank2 besar yang saya sebutkan di atas yang kemudian menggabungkan berbagai macam kredit lainnya ke dalam CDO. Bank2 investasi tesebut kemudian menjual CDO kepada para investor di seluruh dunia melalui transaksi derivatif.
Jadi jika nasabah membayar kreditnya maka uang tersebut akan langsung masuk ke kantung investor. Bank investasi hanya mengandalkan agensi rating untuk mengevaluasi para investor, yang kemudian jejaknya bisa diketahui bahwa mereka akan memberikan rating tinggi demi melanggengkan manipulasi sistem derivatif ini. Dengan mekanisme spt ini, bank2 lokal tidak lagi memikirkan resiko apakah nasabah mampu membayar atau tidak, sehingga mereka hanya mengejar target dengan terus menjual rumah. Hal yang sama dialami oleh bank2 investasi, semakin banyak mereka menjual CDO makin besar profit yang mereka terima sementara agensi keuangan juga tidak memiliki kewajiban hukum yang mengikat jika mereka memberikan rating yang salah. Dengan CDO sistem, setiap institusi yang terlibat melemparkan kewajiban kepada investor yang justru tidak terikat oleh sistem apa pun karena bermain dalam transaksi yg manipulatif. Rancangan undang-undang utk mengatur sistem ini pernah diajukan di era pemerintahan Clinton, namun saat Bush mengambil alih pemerintahan para elit industrialis yang mengausai Gedung Putih menekan pemerintah agar tidak mengatur transaksi derivatif apa pun di dunia digital. Sebuah pukulan telak terhadap kemanusiaan dan sistem perdagangan yang adil dan terencana.
Karena kebanyakan menjual tanpa melihat kemampuan nasabah utk membayar maka institusi perbankan tinggal menunggu bom waktu meledak. Pada tahun 2008 pondasi ekonomi Amerika hancur lebur karena krisis ini, bank2 investasi seperti Lehman Brothers, Meril Lynch, Goldman Sachs dll jatuh bangkrut. Bersamaan dng itu perusahaan asuransi raksasa spt AIG yang berada di belakang sistem ini juga ambruk. Mereka yang berada di belakang layar yang memanipulasi sistem seperti Larry Summers, sekretaris perdagangan justru menjadi Presiden Harvard. Summers mendapatkan empat puluh juta dollar dari manipulasi sistem derivatif dengan efek yg disebut bubble. Frederic Mishkin dari Federal Reserve mendapatkan sekitar 17 juta dollar, Laura Tyson dari Morgan Stanley, Hubbard dari Goldman Sachs dan elit industrialis lainnya telah membangun pundi2 kerajaan bisnisnya dengan mencuri uang rakyat. Anehnya, tidak satu pun dari para biang kerok ini yang ditahan pemerintah Ameirka Serikat ketika Obama menjadi Presiden.
Sistem derivatif adalah sebuah manipulasi atas nilai fisik perdagangan. Sistem ini sangat beresiko dan hanya menguntungkan sekelompok orang di kelas atas. Inilah akibatnya bila Anda percaya terhadap kekuatan uang dan derivasi riba, khususnya bagi pemerintah dan siapa pun yang bersandar pada dollar. Ketika nilai uang menguat maka para elit akan memanfaatkan kesempatan untuk melahirkan lebih banyak dollar melalui sistem ini. Anda pasti merasakan bagaimana sekarang di negara kita tercinta berbagai macam kredit ditawarkan dengan berbagai macam kemudahan, marketing2 kredit apa pun seolah-olah mengejar anda hingga ke tempat tidur, hadir dalam mimpi2 anda dan menelpon anda utk menawarkan berbagai macam produk perbankan setiap saat. Saya adalah salah satu korban dari sistem ini, dan saya bersyukur bisa mempelajari apa yang tersembunyi dari program ini dan agenda2 para elit industrialis untuk
menguasai dunia dengan menghancurkan sistem perekonomian dunia.
“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat) , sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Rabbnya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (Al-Baqarah: 275)
“Jikalau kamu memberi pinjam uang kepada umatku, yaitu kepada orang miskin yang diantara kamu, maka jangan kamu menjadi baginya seperti penagih yang keras, dan jangan ambil bunga daripadanya.” Kitab Keluaran 22:25
Kehancuran ekonomi telah menjatuhkan nilai mata uang sekaligus nilai tukar dollar. Dampaknya tentu sangat terasa bagi mereka yang menyimpan dollar dan menggunakan mata uang tersebut, termasuk Indonesia. Dengan posisi ekonomi Amerika berada di jurang kehancuran, Obama dilirik oleh para elit industrialis dan diangkat sebagai pahlawan yang akan menyelamatkan Amerika dari kebangkrutan. Maka keluarlah slogan Change We Can. Namun janji muluk Obama hanya ilusi kampanye. Satu-satunya opsi Amerika untuk menyelamatkan ekonomi mereka adalah dengan mengulang trik yang sudah dilakukan oleh Nixon tahun 70-an lalu yaitu mengangkat harga minyak agar pengaruh dollar terhadap mata uang asing kembali jumawa. Dengan demikian caranya tentu saja hanya satu, melakukan invasi terhadap negara kaya minyak.
Kekacauan diperlukan agar harga minyak melambung tinggi. Karena Irak dan Arab Saudi sudah berhasil ditaklukkan dan menjadi sekutu zionis maka target berikutnya adalah Libya. Selain menguasai minyak tentu saja agresi militer Amerika dan sekutu-sekutunya adalah memperkuat posisi politik mereka di Afrika Utara dan Timur Tengah serta mempersiapkan perang besar dengan mengajak sunni bekerjasama menghadapi syiah Iran, Bahrain dan Lebanon. Cara-cara seperti ini hanya bersifat jangka pendek, kita mungkin hanya berhitung bulan karena rencana zionis menjerumuskan ekonomi dunia ke dalam masa-masa kelam jauh-jauh hari sudah diagendakan. The year 2012, its Final Countdown.
Wallahua'lam...
Label:
riba
Royal Society
Kemajuan suatu ilmu akan mempunyai arti apabila seorang ilmuwan mampu mengomunikasikan penemuannya kepada ilmuwan- ilmuwan lainnya melalui suatu penjelasan yang dapat dimeng- erti. Ilmu pengetahuan tidak akan berkembang jika para ilmuwan mendiamkan hasil penelitiannya dan tidak mewariskan ilmunya kepada generasi selanjutnya.
untuk menambah pengetahuan, kali ini kita akan mengupas tuntas profil tokoh-tokoh yang berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan.Royal Society, ya mungkin kalian tahu kalau ini adalah kumpulan para ilmuwan terkenal masa lalu yang berisi Newton, Boyle, Einstein, dan semacamnya. tapi tahukah anda bahwa ternyata ada kospirasi dibalik Royal Society?
Invisible College, asal mula Royal Society
ya, Royal Society sebelumnya bernama Invisible college, sebuah perkumpulan para ilmuwan yang berdiri di Inggris, beranggotakan Robert Boyle, John Wilkins, John Walls, John Evelyn, Robert Hook, Cristopher Wren dan William Petty. dalam surat yang ditulis oleh Boyle pada 1646 dan 1647, Boyle menyatakan ketertarikannya kepada "Our Invisible College" atau seeing disebut sebagai "Our Philosophical College". sebuah perkumpulan yang memiliki tujuan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dengan cara Experimental Investigation.
Abad ke 17
Ideologi Invisible College menjadi sangat berpengaruh pada abad ke 17 di eropa. dikarenakan Invisible College menjadi tempat yang cocok untuk mendiskusikan masalah ilmu pengetahuan di Eropa.
Lalu apa sebenarnya alasan sesungguhnya pendirian Invisible College ini?
kalau anda membuka buku sejarah lebih dalam lagi, pasti anda mengenal tokoh macam Ibnu Sina (Avicenna), Ibnu Rusyd (Averous), dan Al Khawarizmi (penemu Aljabar). ya, mereka adalah ilmuwan dari tanah timur tengah yang telah hidup jauh sebelum Invisible College ada, yaitu pada masa Daulah Abasiyyah.
Daulah Abasiyah adalah sebuah sistem pemerintahan di timur tengah yang dipimpin oleh Sultan Harun Ar-Rasyid, yang berpusat di daerah Baghdad. pada zaman ini ilmu pengetahuan cukup maju dan bermula dari wilayah timur tengah. seperti Ibnu Sina, tokoh dalam ilmu kedokteran yang sangat terkenal, dan bahkan disebut sebagai bapak Kedokteran dunia lahir pada Zaman ini. beserta para cendekiawan muslim lain yang mencurahkan pikirannya untuk ilmu pengetahuan.
Namun, sesuatu terjadi, pada akhir masa Daulah Abasiyah, perpustakaan tempat para cendekiawan muslim tersebut menyimpan dokumen ilmu mereka, dibumi hanguskan oleh tentara Mongol pimpinan Hulago Khan, sehingga sejak saat itu, Ilmu mereka hilang dari dunia dikarenakan sumber yang sudah hilang, baik sang penemu maupun catatan tentang ilmunya. sehingga pada saat itu Ilmu yang berkembang adalah ilmu tak pasti yang didasari hanya kepada nalar semata.
Dan disaat itu pula, disaat Islam sudah menyebar ke daerah Eropa. para ilmuwan dari Daulah Abasiyyah segera masuk ke daerah Kordoba dan memulai Renaissance, namun sama seperti yang terjad di Baghdad, mereka ternyata mengalami infiltrasi sehingga pengaruh kebudayaan dan pengetahuan dari tanah Timur Tengah terlupakan.
Dan selang beberapa ratus tahun lamanya, berdirilah Invisible College, atau Royal Society, yang berisi para ilmuwan Eropa yang secara langsung "mengambil" ilmu dari zaman Daulah Abasiyah dan mereka seenaknya mematenkan hasil temuan para cendekiawan muslim sehingga mereka terlupakan dan para Royal Society terkenal karena ilmu yang mereka dapatkan hasil dari "mencuri".
Alasan mereka melakukan itu
alasan mereka melakukannya karena mereka ingin menghilangkan pengaruh Islam dari ilmu pengetahuan dunia. dan juga ini merupakan rencana mereka, New World Order untuk melakukan penguasaan di bidang ilmu pengetahuan.
ini tidak mengherankan karena ternyata presiden dari Royal Society adalah Newton. ya Sir Isaac Newton. mungkin dia menjadi presiden karena skala suhu Newton adalah 33.
tidak hanya itu, ternyata Royal Society juga memiliki ilmuwan dibidang Alkimia, Geometri, dan Astronomi, ya ilmu yang merupakan ilmu yang paling diagungkan para kaum Mason. dan mungkin ini adalah alasan mengapa mereka membentuk perkumpulan ini.
dan mereka pun terus melakukan perekrutan anggota, dan anggota mereka pada zaman modern yang fenomenal adalah Albert Einstein.
ya, Abert Einstein, seorang penemu yang penemuannya disalah gunakan untuk tujuan berperang, mungkin ini salah satu program NWO.
dan tokoh Royal Society yang terkenal juga pada zaman ini yang masih hidup dan juga fenomenal lainnya adalah Stephen Hawking, dia menggunakan segala kepintarannya hanya untuk mengatakan "Tuhan tidak berperan dalam penciptaan Alam Semesta". apakah ini sikap seorang ilmuwan? mementingkan ilmu pengetahuan dengan melupakan Tuhan, ini tak ada bedanya dengan ideologi Luciferian.
(sumber : 33 kunci menguak the lost symbol, royalsociety.org, wikipedia)
Label:
royal society
Langganan:
Postingan (Atom)