Rabu, 19 April 2017

PENTINGNYA PENENTUAN PENGALAMAN BELAJAR BAGI SEORANG GURU


Guru sekarang merupakan profesi mulia yang menjadi dambaan sebagian orang di dunia ini. Guru yang jaman dahulu menjadi pekerjaan yang dipandang sebelah mata, bahkan ada sindiran Iwan Fals dalam sebuah judul lagu “Umar Bakri”. Semua itu berubah setelah ada Undang Undang Guru dan Dosen Tahun 2014, yang mengangkat harkat dan martabat profesi seorang guru. Tugas seorang guru diantaranya mengantarkan semua siswanya meraih kesuksesan di bidangnya masing masing. Untuk bisa menjadi sukses mengajar tentu diperlukan berbagai macam disiplin keilmuan atau kompetensi seorang guru. Ada 4 kompetensi yang harus dikuasai seorang guru diantara kompetensi profesional, kompetensi pedagogik, kompetensi sosial dan kompetensi sosial. Salah satu kompetensi yang sangat penting adalah kompetensi pedagogik. Kompetensi pedagogik merupakan kompetensi seorang guru tekait dengan teori belajar mengajar dan proses tranfer ilmu ke siswa. Menurut Sudjana, belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman itu sendiri. Dalam proses belajar mengajar guru akan memberikan pengalaman belajar kepada murid muridnya. Pengalaman berlajar perlu diciptakan seorang guru agar murid muridnya lebih tertarik dan bersemangat dalam belajar. Pengalaman belajar yang bisa diberikan oleh seorang guru kepada siswa siswanya diantaranya ada 3. Pertama pengalaman mental, pengalaman fisik dan pengalaman sosial. Jika guru memberikan pengalaman mental pada siswa, maka yang diasahnya melalui indera pendengaran dan penglihatan saja. Bentuk belajar pengalaman mental diantaranya membaca buku, mengdengarkan ceramah, berita di radio dan lain sebagainya. Pengalaman fisik bisa berupa praktek, pengamatan,percobaan dan kunjungan. Pada pengalaman fisik ini seluruh indera mengalami dan melakukan proses belajar tersebut. Adapun pengalaman sosial bisa diberikan kepada siswa melalui kegiatan diskusi, bekerjasama, ataupun tanya jawab sesama siswa. Implikasi dari ketiga pengalaman belajar tersebut akan meningkatkan gairah dan semangat belajar dari siswa. Hal ini didukung juga dengan adanya konsep kerucut Edgar Dale, siswa akan belajar 10% dari apa yang mereka baca, 20% dari apa yang mereka dengar, 30% dari apa yang mereka lihat, 50% dari apa yang mereka dengar dan lihat, 70% dari apa yang mereka kunjungi dan 90% dari apa yang mereka simulasikan melalui pengalaman nyata. Dari penjelasan konsep Edgar Dale diatas dapat diambil kesimpulan bahwa belajar merupakan proses perubahan tingkah laku yang dipengaruhi banyak faktor. Disinilah tantangan guru masa kini, untuk bisa memberikan berbagai macam pengalaman belajar kepada siswanya. Masih menurut para ahli diantaranya Bruner terdapat tiga tingkatan modus belajar yaitu pengalaman langsung, pengalaman gambar, dan pengalaman abstrak. Klasifikasi pengalaman tersebut dijadikan patokan oleh seorang guru untuk menentukan alat bantu apa yang akan dipakainya dalam pembelajaran. Dengan adanya berbagai macam alat bantu dalam pembelajaran, maka siswa akan tertantang untuk bisa maju dan lebih bersemangat untuk belajar di kelas. Selain itu, dengan adanya klasifikasi pengalaman belajar tadi, maka guru pun akan tertantang untuk menggunakan media pembelajaran yang bervariasi. Adapun berbagai macam media pembelajaran yang bisa digunakan oleh seorang guru ada setidaknya 9 macam media. Diantaranya melalui pengalaman langsung, pengalaman tiruan, dramatisasi, karyawisata, pameran, televisi, gambar diam/radio, lambang visual dan lambang kata. Dengan berbagai macam media tersebut maka guru tinggal memilih media mana yang sesuai dengan pembelajaran yang akan disampaikannya. Pembelajaran yang bervariasi akan memberikan banyak pengalaman kepada siswanya. Demikian lah mengapa betapa pentingnya pengetahuan pengalaman belajar bagi seorang guru. *Guru SMKN 1 Sungai Pinang, Kabupaten Banjar Maret 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan anda berkomentar, namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar spam.