Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 April 2012

Lancar Berbicara di Depan Umum

Apakah Anda sering gelagapan saat rapat, grogi ketika diminta berbicara di depan kolega atau sering salah ucap saat berdiskusi dengan bis, klien atau bawahan? Mungkin, Anda perlu meningkatkan kemampuan public speaking. Karena dengan memiliki kemampuan berbicara di depan umum, otomatis akan meningkatkan rasa percaya diri Anda. Berikut ini tipsanda.com akan menguraikan secara lengkap tips rahasia lancar berbicara di depan umum, yang dirangkum dari Lugwina Hananto (Perencana Keuangan dan Pembicara Seminar), Lula Kamal (Dokter, Presenter Acara Medis dan Kesehatan) dan Erwin Parengkuan (Presenter, MC, Pemilik dan Pengajar ‘Talk Inc’): 1. Perbanyak Latihan Presentasi. Saat presentasi, kemampuan bicara menjadi perhatian utama. Karena, dalam presentasi, kesiapan materi hanya memegang 20% faktor kesuksesan, yang 80% adalah kemampuan public speaking. Untuk itu berlatihlah sesering mungkin, karena pepatah mengatakan “Alah bisa karena biasa.” 2. Latih Suara dan Diafragma. Seorang public speaker tidak harus memiliki suara yang ‘bulat’, empuk dan enak didengar. Radio voice hanyalah aksesori. Memang suara leher (cenderung cempreng) lebih meletihkan. Akan tetapi, pemilik suara leher bisa berlatih berbicara denga suara diafragma. Banyak buku yang bisa Anda jadikan guru. Faktor penting dalam komunikasi lainya salah satunya adalah intonasi suara, bisa dilatih secara alami. 3. Walking The Talk. Sebelum berbicara, kuasai dulu materinya. Cara paling mudah adalah dengan menerapkan bahan pembicaraan pada diri Anda sendiri. Misalnya, bila Anda bicara tentang reksa dana, sebaiknya pernah berinvestasi reksa dana. Sehingga Anda tahu gejolaknya ketika pasar reksa dana naik maupun turun. Jadi, harus walking the talk alias jangan omong doing. Contoh lain bila menganjurkan orang untuk menyisihkan uang gaji sebasar 35%, Anda sendiri harus melakukannya. Dengan begitu, lebih mudah bagi Anda untuk meyakinkan orang lain berdasarkan pengalaman sendiri. 4. Hindari Pembicaraan Yang Bukan Bidang Anda. Misalnya, seorang perencana keuangan diminta berbicara mengenai berkebun emas. Meski menyerempet dengan bidang keuangan, namun apabila Anda tidak menguasainya, lebih baik Anda hindari, sehingga percaya diri Anda di depan audien aka selalu terjaga. 5. Raih Kredibilitas. Tak gampang untuk membangun image tentang siapa diri Anda. Caranya bersikaplah jujur dan terbuka. Katakan, misalnya, kalau Anda sendiri pernah punya kebiasaan buruk dalam mengelola uang (beli barang tak penting, terjerat utang kartu kredit, dll). Dengan keterbukaan diri, Anda akan lebih mudah ‘masuk’ dan dipercaya audiensi. Itu sebabnya, keuangan pribadi perencana keuangan harus benar-benar baik, sehingga kredibel pada saat menyampaikan saran kepada audiensi. 6. Bongkar Batas Formal. Misalnya ambil contoh pembicara bidang keuangan. Keuangan adalah bidang yang serius, maka lumerkan dengan suasana bicara yang segar, tidak formal. Contohnya, sindir gaya belanja boros audiensi dengan canda, tapi mengena. Dengan audiensi yang setara kelompok usia dan status sosialnya, kita bisa menggunakan gaya bahasa sehari-hari. Sedangkan dengan mereka yang lebih tua, guanakn gaya bicara yang lebih santun. 7. Tempatkan Diri Di Posisi Audiensi. Kepada orang usia 30-an, setara usia dan strata ekonomi dengan Anda, sampaikan ide-ide berdasarkan pengalaman pribadi. Sebaliknya, dihadapan audiensi dengan strata ekonimi lebih rendah, gunakan contoh-contoh sederhana, sesuai keadaan mereka. Jangan menerapkan gaya interaksi yang memojokkan audiensi. Lebih baik ceritakan pengalaman negative diri sendiri, sehingga Anda ‘senasib’ dengan mereka. 8. Pelajari Karakter Audiensi. Ekspresi wajah audiensi yang ‘lempeng’ bisa Anda baca dengan mudah. Untuk menghadapinya, lemparkan sesuatu yang bergairah lebih dulu, sebagai teaser, gimmick atau ice breaking. Misalnya, gosip orang terkenal atau tentang midnight sale yang kini sedang hip di antara para wanita kota besar. Dengan mengutip hal itu, kebuntuan suasana akan mencair karena Anda telah menjadi bagian dari mereka. 9. Utamakan Keunungan Audiensi. Pelajari agenda, misi dan tujuan acara sebelum menyiapkan amteri pembicaraan. Jangan hanya bicara dari sudut Pandang Anda, melainkan siapkan materi dari sudut pandang dan kepentingan audiensi. Jangan Cuma menyampaikan materi yang mendasar, melainkan tawarkan kelebihan-kelebihan yang berbeda (added value) sehingga audiensi akan merasa mendapatkan sesuatu yang lebih (multiply effect) dari pembicaraan ini. 10. Jangan Gunakan Jargon. Bahasa Indonesia saja terkadang sudah dianggap terlalu kompleks bagi audiensi muda dan mereka yang tinggal di daerah terpencil. Karena jargon yang belum menasional, justru akan membingungkan audiensi yang belum mengenalnya sehingga materi justru tidak akan sampai dengan tepat ke audiensi. 11. Ingat, Anda Orang Yang Paling Tepat! Sudah menyiapkan semuanya, tetapi saat waktunya tiba, percaya diri justru drop? Erwin, yang sudah hampit 20 tahun berkecimpung di bidang ini, juga mengaku pernah ciut hati saat menjadi MC di depan para CEO perusahaan minyak dari berbagai Negara. Jalan keluar untuk mengatasi suasan nervous (saat aliran oksigen menuju otak terhambat, sehingga otak tak mampu berpikir jernih) adalah dengan menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan-lahan. Erwin melakukannya 4-5 kali. Sesudah itu yakinkan diri bahwa hanya dirinyalah orang paling tepat untuk berada di atas panggung. 12. Cara Berjalan, Cara Duduk dan Berbusana. Tak bisa dilakukan secara instan, alias sulap. Latihlan setiap hari dan jadikan kebiasaan. Cara berjalan atau cara duduk harus dilakukan natural. Maka akan aneh dan palsu kelihatannya jika Anda membedakan cara berjalan atau duduk hanya di depan audiensi. Jika terbiasa jalan membungkuk, ubah pelan-pelan kebiasaan buruk itu dengan berjalan di setiap kesempatan. Saat presentasi berikutnya, cara jalan an buruk itu pasti akan berkurang. Gunakan pakaian yang paling nyaman, yang menjadi representasi diri Anda. Untuk itu, gabungkanlah kelebihand an kekurangan diri dengan selera pribadi. 13. Membuat Review Harian. Di ujung hari, luangkan waktu 15 menit saja untuk mengingat lagi, ada atau tidaknya kata-kata yang menyakitkan saat berbicara dengan atasan, kolega atau bawahan. Bagaimana ekspresi mereka tadi. Belajar dari situ, ketika besok Anda berada dalam situasi yang sama, Anda tahu langkah antisipasinya dan tidak melakukan kesalahan yang sama. 14. Ikuti Kursus. Siapa saja dan kapan saja merasa tidak nyaman saat berbicara, sering kehabisan kata-kata atau merasa kurang percaya diri, ada baiknya ikut kursus public speaking. Patokannya, kebuthan itu datang dari dalam diri, bukan dorongan dari kebutuhan pekerjaan semata.

Mengatasi Kesepian

Hidup dengan segala sesuatu yang dimiliki belum tentu mengatasi perasaan kesepian, kesendirian dan (bahkan) depresi. Seseorang yang hidup sendiri, cenderung mudah merasa kesepian, sehingga mudah terkena depresi. Demi Moore yang sempat keluar-masuk pusat perawatan akibat depresi setelah bercerai dengan Aston Kutcher, merupakan salah satu contoh ketika seseorang hidup sendiri, kesepian, cemas dan akhirnya menjadi depresi. Hasil penelitian yang dipublikasikan jurnal BMC Public Health, menunjukkan bahwa orang yang memilih hidup sendiri cenderung dapat terkena depresi 80 % lebih tinggi dibanding orang yang hidup bersama dengan orang lain. Menurut Laura Pukki-Raback dari Finnish Institute of Occupational Health di Halsinki, factor risiko utama depresi pada pria adalah kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol, kurangnya dukungan dari tempat kerja atau kehidupan pribadi mereka, sedangkan factor risiko utama depresi pada perempuan adalah sosiodemografi, seperti rendahnya pendapatan dan kurangnya pendidikan. Untuk itu hal pertama yang harus dilakukan untuk mencegah depresi adalah bagaiman cara mengatasi perasaan kesepian. Berikut ini tips bagaiman mengatasi perasaan kesepian Anda : 1. Menyibukkan Diri. Salah satu cara termudah untuk mengisi kesepian adalah menyibukkan diri Anda dengan bermacam-macam kegiatan. Misalnya, merawat orang lain, seperti mengasuh anak atau keponakan, memelihara binatang, atau mengajar. Selain itu, Anda juga bisa menawarkan diri sebagai relawan di lingkungan tempat ibadah, sekolah khusus, rumah singgah, dan kegiatan positif lainnya . Jika Anda gemar menulis, kenapa Anda tidak mencoba membuat blog? 2. Terlibat Dengan Komunitas Tertentu. Buatlah suatu kegiatan yang dapat melibatkan Anda dengan suatu komunitas tertentu. Bacalah surat kabar dan majalah sesering mungkin untuk mencari berita konser music, pameran budaya, atau seminar-seminar yang menarik untuk dihadiri. Di tempat itu, Anda akan bertemu dengan banyak orang yang memiliki minat yang sama dengan Anda, sehingga Anda memiliki teman untuk berbagi. Cara lain yang bisa Anda tempuh adalah dengan bergabung dengan komunitas yang sesuai dengan hobi Anda, misalnya komunitas sepeda atau komunitas fotografi. Banyak agenda-agenda kegiatan positif yang bisa Anda ikuti dari komunitas-komunitas tersebut. Padatnya kegiatan ini, dapat membuat Anda merasa asyik dengan dunia Anda.
3. Bekerja Lebih Keras Sehingga Mudah Tidur. Salah satu indikator paling umum dari rasa kesepian adalah gangguan tidur, misanya butuh waktu lebih lama untuk tidur, berulang kali terbangun, dan merasa mengantuk sepanjang hari. Kurang tidur, dengan sebab apapun, bisa menurunkan mood, membuat Anda mudah jatuh sakit, dan kekurangan energy. 4. Kenali Bagian Yang Hilang dari Diri Anda. Membuat banyak rencana dengan teman-teman ternyata tidak mengurangi rasa kesepian. Semakin memahami hal yang tidak Anda dimiliki, maka semakin besar jalan keluar yang bisa Anda temukan. 5. Buat Komitment Untuk Berinteraksi Dengan Orang Lain. Emosi negative, seperti perasaan kesepian, iri hati dan rasa bersalah, memainkan peran penting dalam memperoleh kehidupan yang bahagia. Emosi tersebut merupakan tanda penting yang harus direspon. Perasaan kesepian yang dialami seharusnya mendesak seseorang untuk segera berhubungan dengan orang lain.

Hemat BBM saat Berkendara

Pada awal April 2012 mendatang, pemerintah berencana mencabut subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Artinya, mobil pribadi dilarang untuk menggunakan bahan bakar jenis Premium lagi. Daripada berkeluh kesah tak ada habisnya, mari kita berusaha mencari solusinya dengan melakukan penghematan pemakaian BBM, agar tidak menguras isi kantong Anda: 1. Pengisian BBM pada Malam Hari. Jika Anda harus berangkat subuh karena ada meeting di pagi hari atau pulang larut malam karena harus kerja lembur di kantor? Manfaatkan saja kondisi ini untuk mampir ke SPBU. Konon, ternyata 1 liter bensin di waktu-waktu tersebut, lebih banyak dibanding kita membeli 1 liter bensin di siang hari. Mengapa? Karena suhu dingin di malam dan pagi hari membuat partikel bensin dalam keadaan rapat, sehingga volume yang kita dapat pun jadi lebih banyak. 2. Jangan Sampai kosong. Bila jarum fuel meter sudah berada di garis tengah, segeralah mampir ke SPBU terdekat untuk mengisi full tank. Sebab bila semakin banyak ruang kosong di tangki bensin, maka semakin besar kemungkinan bensin menguap di siang hari. Ibarat kolam kosong yang baru diisi, kotoran yang mengendap di bawah akan ikut terangkat dan mengotori mesin. 3. Hindari Musik Upbeat. Sedikit banyak, jenis lagu yang kita dengarkan saat mengemusi berpengaruh pada cara kita memainkan gas dan bermanuver. Lagu upbeat dinilai bisa membuat kita menjadi lebih agresif, layaknya jagoan di film-film aksi Hollywood, macam “fust and furious”! Sebaiknya hindari lagu-lagu dengan irama menghentak, pilihlah yang sedikit berirama slow atau dengarkan radio dengan pilihan lagu bervariasi. Cara lain, turunkan volume suara atau matikan saja tape mobil. 4. Dengarkan Suara Mesin. Di Kecepatan tinggi, biasanya bila jarum RPM (revolution per minute) melebih angka 3 dan mesin mobil akan terdengar menggerung, sebaiknya segera atur perpindahan gigi agar suara jauh M adalah 80-96 km/jam untuk di jalan bebas hambatan. 5. Hindari Overload Muatan. Traveling By Car atau tamasya bersama sejumlah rekan atau keluarga menggunakan mobil, biasanya membuat penuh mobil dengan barang-barang bawaan, sehingga mobil menjadi terbebani dan harus bekerja ekstra. Akibatnya kondisi ini bisa mengurangi aerodinamika mobil dan meningkatkan penggunaan bahan bakar hingga 5%. Bila memungkinkan, angkutlah barang atau penumpang secukupnya. 6. Matikan Mobil Saat Berhenti Lama. Bila mobil berhenti lebih dari 5 menit, baik di tepi jalan atau saat di traffic light, sebaiknya matikan mesin mobil. Sebab bensin akan terus dipakai walau mobil dalam kondisi diam sekali pun, apalagi dengan tetap menyalakan AC. Jadi, tak perlu lama-lama memanaskan mesin, 3 menit saja sudah cukup. Membiarkan mobil menyala dalam kondisi diam dalam lama juga akan menghasilkan polusi 20 kali lipat lebih banyak dibanding saat melaju dalam kecepatan 51 km/jam. 7. No Gadget Please! Selain keselamatan jiwa yang terancam, main gadget saat berkendara bisa mengancam keselamatan kantong. Kok bisa? Pasalnya, konsentrasi yang terpecah antara mengemudi atau membalas chatting bisa membuat irama mengemudi jadi tidak halus, penggunaan gas dan rem jadi tak terkendali secara teratur. Padahal, semakin sering kita injak pedal gas dan rem secara bergantian dengan irama cepat, berpengaruh terhadap konsumsi BBM. 8. Mengemudi Dengan Riang. Percaya atau tidak, hati riang membuat pengemudi jauh lebih sabar. Seakan ingin berbagi kebahagiaan, seseorang akan lebih banyak mengalah saat berpapasan dengan pengemudi lain dan memperlakukan mobil dengan lebih halus. Berbeda bila kita menyetir dalam keadaan stress, marah, atau kesal, kita jadi kurang sabar di jalanan sehingga gemar memainkan gas dan rem secara tidak beraturan, agar tidak diserobot pengemudi lain. Atau, melajukan mobil dengan kecepatan tinggi demi melampiaskan kekesalan. Nah, cara ini bisa membuat mobil kita mengonsumsi BBM lebih boros. 9. Gunakan AC Sewajarnya. Penggunaan AC, apalagi dengan pengaturan suhu paling tinggi membuat beban perputaran mesin semakin berat. Apabila sedang berjalan-jalan di daerah sejuk atau bensin dalam keadaan tiris, mematikan hemat, bisa membuat mobil lebih hemat BBM. Agar sirkulasi udara di dalam mobil berjalan, bukalah jendela saat memanaskan mobil. Agar lebih hemat, hindari menyalakan AC sesaat setelah mesin dihidupkan, tunggu hingga 4 menit.

Mengobati Patah Hati

Patah Hati? That’s life. Selalu ada 2 pilihan yang saling berlawanan. Ada gelap, ada terang. Ada senang, ada sedih. Demikian pula dengan patah hati, patah hati sebentar, kemudian cinta bersemi kembali. Jadi, jika Anda berani jatuh cinta, maka Anda harus berani untuk patah hati. Tapi hal itu akan segera hilang kalau Anda mau menyembuhkan diri. “Love is in the air,” demikian kata Simply Red. Berikut ini 10 cara untuk menyembuhkan patah hati: 1. Yes, It Hurt. Face It! Semua manusia normal pasti sedih ketika cintanya putus di tengah jalan. Jangan ragu untuk mengeluarkan kesedihan itu dari diri Anda. Semakin lama Ada mengingkari kesedihan, maka semakin lama juga Anda terperosok di dalamnya. 2. Ekspresikan Sedih Anda. Cry if you have to. Jika mengeluarkan air mata bukan kebiasaan Anda, maka kerjakan apa saja yang dapat melampiaskan rasa sedih Anda. Berteriaklah di dalam mobil, di sepanjang perjalanan. Atau, tulis semua sampah serapah yang selama ini hanya ada di hati. Anda hanya bisa sembuh jika ‘virus’ penyebab patah hati tersebut, Anda keluarkan. 3. Buanglah Seluruh Kesedihan Anda. Menangis 1 kali, kadang belum cukup. Jika Anda terkenang mantan pacar, Anda bebas untuk menitikkan air mata. Sedihlah sampai Anda puas. Dengan membuang habis kesedihan Anda, maka perasaan sedih Anda akan segera tergantikan dengan perasaan yang lebih menyenangkan. Bye Bitterness, welcome heppiness. 4. Share Your Broken Heart. Life is meant to be shared. Apakah Anda masih Ingat, film Sex and The City atau Friends? Mereka bahagia karena saling berbagi. Anda bisa melewati patah hati dengan para sahabat di sekeliling Anda. Berbagi membuat Anda lebih kuat, sehingga patah hati tidak lagi terasa begitu menyakitkan dan menyesakkan. 5. Luangkan Waktu. Berikan hadiah pada diri sendiri berupa sesuatu yang tidak pernah tergantikan: waktu! Kalau selama ini week end Anda penuh dengan acara hang out bersama teman atau berkumpul dengan keluarga, maka inilah saatnya untuk sedikit bersikap ‘egois’. Hanya 1 sampai 2 hari saja, mereka pasti bisa memahaminya. 6. Manjakan Diri Sendiri. Its may day, Its my Freedoom. Lakukan apa saja yang Anda senangi. Jadi, window shopping dari saat mall mulai dibuka, sampai mall ditutup, melahap cheese cake sebanyak-banyaknya, atau berlibur ke Bali, bisa Anda lakukan. Yang penting, Anda mulai mengisi ‘tabung kebahagiaan’ Anda yang sempat kosong karena patah hati. 7. Lakukanlah Hal Baru. Ingatlah, hal apa saja yang belum pernah Anda lakukan. Jika Anda menyukai seni, ambil saja kursus melukis. Bukan handphone saja yang di charge, tapi juga hati Anda. 8. Forgive. Memaafkan orang lain berarti juga memaafkan diri sendiri. Artinya, Anda bisa menerima kelemahan manusia, yang mungkin melakukan kesalahan yang sama. 9. Jadikan Pelajaran Berharga. Desmond Tutu, penerima Nobel Perdamaian tahun 1984 mengatakan bahwa ingatan akan persitiwa traumatik di masa lalu, harus dijaga untuk mengingat agar hal buruk tersebut tidak akan terulang di masa yang akan datang. Jadikan pengalaman patah hati ini sebagai modal Anda. Kalaupun Anda patah hati lagi, Anda sudah tahu apa yang harus Anda lakukan. 10. Hahaha. Tontonlah film lucu, hal ini wajib hukumnya. Ingat saja betapa ‘bodohnya’ Anda dulu ketika jatuh cinta. Jika Anda sudah bisa menertawakan diri sendiri, Anda bisa dikatakan sembuh dan virus patah hati dan siap jatuh cinta lagi.