Kamis, 14 Oktober 2010

Al Qaradhawi Digelari “Syaikh Al Aqsha”

Hidayatullah.com--Di tengah seminar yang bertajuk “Kiprah Dr Al Qaradhawi dalam Berkhidmat untuk Islam dan Pembelaan terhadap Pelestina”, Ismail Haniyah selaku Perdana Menteri yang berkuasa di Gaza menyatakan bahwa perlunya diadakan seminar untuk mengkaji kiprah Al Qaradhawi dalam membela Palestina dan Al Quds. Hal itu disampaikan di tengah-tengah acara yang diadakan Selasa (11/10).

Haniyah juga menyampaikan bahwa seluruh rakyat Palestina berada di pihak Al Qaradhawi. ”Semestinya kita, baik yang berada di dalam pemerintahan, dan barisan ulama, serta mereka yang melakukan ribath, untuk menjaga bumi Palestina berada di pihak Syaikh Al Qaradhawi,” katanya, sebagaimana dilansir oleh Al Marakaz Al Filistin li Al I’lam (12/10).

Dalam acara yang diadakan Kementerian Perwakafan Gaza itu, Ismail Haniyah menilai bahwa kiprah Syaikh Al Qaradhawi dalam masalah Palestina dan Al Quds cukup besar.

”Kita boleh menyebut beliau dengan sebutan Syaikh Al Aqsha atau Syaikh Al Quds, semisal Syaikh Raid Shalah.” Hal ini disebabkan sikap konsisten Al Qaradhawi dalam mempertahankan Al Quds.

Sebagaimana diketahui, Al Qaradhawi memiliki peran yang tidak kecil dalam mendukung perlawanan para mujahidin Palestina, dengan pendapatnya yang membolehkan amaliyah istisyhadiyah.

Beliau juga salah satu ulama yang terang-terangan menantang pembangunan tembok baja sepanjang perbatasan Gaza-Mesir. Hingga Haniyah menyebutkan bahwa Al Qaradhawi adalah seorang ulama yang hadir tepat pada waktunya, yakni di saat sebagian Palestina melakukan perlawanan terhadap penjajah.

Syaikh Al Qaradhawi juga memandang bahwa berdamai dengan Israel adalah hal yang dilarang, sebagaimana ditulis dalam kumpulan fatwa-fatwa beliau. Pendapat beliau inilah memperoleh tanggapan dari Syaikh Bin Baz, Mufti Saudi, yang memiliki pandangan berbeda. Namun, semuanya beliau jawab di kumpulan fatwa tersebut. [mfi/tho/hidayatullah.com]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan anda berkomentar, namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar spam.