Rabu, 13 Oktober 2010

hati yg tunduk

Firman Allah SWT :

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi Neraka Jahanam kebanyakan dari Jin dan Manusia,mereka mempunyai hati,tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami ayat-ayat Allah;mereka mempunyai mata,tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah;mereka mempunyai telinga,tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah).Mereka itu seperti binatang ternak,bahkan mereka lebih sesat lagi ( 7:179 )
Rasulullah SAW Bersabda :Ingatlah bahwa dalam jasad itu ada sekerat daging,jika ia baik,baiklah jasad
seluruhnya.Dan jika ia rusak,maka rusaklah jasad seluruhnya.Sepotong daging itu adalah Hati ( HR.Bukhori dan Muslim )

KUNCI KEMENANGAN DA’I
Rasulullah SAW berhasil menegakan kalimat tauhid di masyarakat dalam tempo 23 tahun,dimulai dari seorang diri hingga berkembang hingga saat ini,jika kita tinjau sebenarnya dimanakah letak kemenangan dakwah Rasulullah SAW ? apakah dalam perang Badar,Fathul Mekkah,atau penaklukan suku-suku besar Bani Tsakif dan Bani Hawazin di Thaif ?

Sayyid Qutb menyatakan bahwa titik penting kemenangan beliau bukanlah pada kejadian-kejadian tersebut.kemenangan tatkala keimanan mulai bersemi di dada para da’i dan pengikutnya serta keimanan yang mendalam dan lurus.Itulah hakikat kemenangan.
Tiga hal pokok dalam mencapai keberhasilan dakwah yakni jiwa yang bersih,soliditas struktur gerakan jama’ah yang bagus dan dakwah yang terprogram rapih dan berkesinambungan.

Jiwa yang bersih bisa dicapai dengan pembersihan diri secara total bermula dari bagian pokok dan vital dalam dirinya yaitu Hati.sesungguhnya inilah Urgensi Pembersihan Diri ( Tazkiyah ) bagi kehidupan Da’i dan Dakwah Islam.

Pembersihan hati atau jiwa merupakan pondasi untuk meraih sukses dalam dakwah.dakwah akan mencapai keberhasilan hanya dengan hati yang bersih.kekotoran hati adalah penghalang utama dakwah,kekusutan jiwa dan kegersangan ruhaniyah adalah penghambat kesuksesan dakwah.

HATI-HATI MENJAGA HATI
Imam Ghozali berkata : Hati laksana sebuah cermin sehingga memudahkan seseorang untuk mengaca diri adakah cacat di tubuhnya,Hati yang kotor laksana cermin yang buram dan kusam membuat seseorang sulit mengaca atau bahkan tidak tahu lagi rua diri apakah ada cacat ditubuhnya.

MENGENAL JENIS HATI

HATI YANG SEHAT ( Qolbun Salim )
Hati yang sehat adalah kunci keselamatan dunia dan akhirat,seseorang tidak akan selamat pada hari kiamat,kecuali jika menghadap Allah dengan hati yang sehat itu.

Allah SWT berfirman :
Pada hari harta dan anak tidak berguna,kecuali orang yang datang menghadap Allah dengan hati yang sehat itu.( Asy Syuaro : 88 – 89 ) Hati yang sehat adalah hati yang selamat dari setiap syahwat yang menentang perintah Allah SWT dan larangan-Nya,hati yang terhindar dari setiap syubhat yang menentang tuntunan-Nya,hati yang selamat dari beribadah kepada selain-Nya dan hati yang selamat dari berhukum dengan hokum selain hukum selain Rasul-Nya.Dengan demikian hati itu hanya benar-benar beribadah kepada Allah SWT semata,mulai dari kehendaknya,kecintaanya, kepasrahanya,taubatnya,,rasa takutnya hingga harapannya pun semata-mata hanya ditujukan kepada Allah SWT.

Tanda – tanda hati yang sehat :
1.Hati yang selalu mencintai Allah SWT dengan bukti ia banyak mengingat-Nya
2.Senantiasa mendorong orang yang memilikinya untuk selalu kembali kepada Allah dan bergantung kepada-Nya
3. Jasmani merasa letih dalam berkhidmat kepada Allah,sementara hati tidak merasa jemu
4. Senantiasa merindukan untuk berkhidmat kepada Allah,melebihi keinginan orang yang lapar dan haus pada makanan dan minuman
5. Saat melakukan shalat,maka hilanglah kegundahan dan ketegangannya dari permasalahan dunia
6.Lebih kikir terhadap waktu,karena ia khawatir waktu itu hilang begitu saja tanpa dipergunakan untuk mengerjakan ketaatan kepada Allah
7. Menaruh perhatian lebih terhadap kualitas amal daripada sekedar kuantitas amal
8. Tidak sempat membaca wirid atau mengerjakan suatu ketaatan kepada Allah,maka ia menyesali hal tersebut melebihi penyesalan orang rakus yang kehilangan hartanya
9. Menjadikan keinginan atau cita-cita hanya satu menjadikannay hanya berorientasi kepada Allah SWT
10. Merasa tentram dengan Allah SWT,ia merana dari mengingat dan berinteraksi dengan selain-Nya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan anda berkomentar, namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar spam.